Bekistingadalah cetakan sementara yang digunakan untuk menahan beton selama beton dituang dan dibentuk sesuai dengan bentuk yang diinginkan (Stephens, 1985) Acuan (bekisting) adalah suatu sarana pembantu struktur beton untuk pencetak beton sesuai dengan ukuran, bentuk, rupa ataupun posisi yang direncanakan. Karena bersifat sementara, bekisting
pembuatanbekisting cetakan beton''Cara Tepat Minghitung Harga Cor Per M2 Aqsa Ready Mix May 8th, 2018 - Coba Perhatikan Cara Menghitung Volume Bahan Bekisting Ingin Pake Apa Jika Di Perbandingkan Pengecoran PERHITUNGAN PERENCANAAN PERKERASAN JALAN' 'ANALISIS PENGGUNAAN BEKISTING SECARA BERULANG ULANG PADA MARCH 30TH, 2018 -
TROWELadalah alat untuk meratakan acian/mortar halus di permukan beton yang masih dalam proses pengerasan atau yang masih basah. Pengecoran Jalan, Rejit / Garis Jalan / Tali Air Floor Hardener Warna 5 kg Rp. 45.000,- Per m 2 Rp. 60.000,- Per m 2 6. Bekisting Permeter Lari Rp. 30.000,- Per m 2 7. Coating Lantai Clear ( material + upah
DalamLampiran Peraturan Menteri PUPR No. 28 Tahun 2016 Bidang Cipta Karya, Adapun uraian pekerjaan pada A.4.1.1 Analisa Harga Satuan Pekerjaan Beton adalah sebagai berikut : A. Membuat 1 m3 lantai kerja beton mutu f’c = 7,4 MPa slump (3-6) cm, w/c = 0,87. A.4.1.1.5 Membuat 1 m3 beton mutu f’c = 14,5 MPa, slump (120 ± 20) mm.
Biayapembuatan yang relatif mahal harus diperhitungkan dalam pemilihan metode ini agar biaya proyek tidak terfokus hanya kepada bekisting dan perancah. Sebelum pemasangan perancah dan bekesting dimulai pastikan dasar tempat pijakan perancah kuat untuk menahan beban beton, ini sangat penting untuk menghindari terjadinya (penurunan) akibat
6 Proses Pengerasan Beton. Melakukan perlambatan pengerasan beton setelah proses pengecoran, seperti dengan cara menyiramkan air. Menaruh kain basah diatas permukaan lantai, karena beton yang terlalu cepat mengeras bisa mengalami keretakan. Baca Juga: Merenovasi Rumah untuk Meningkatkan Harga Jual. 7. Waktu Pembongkaran Bekisting
. Cara Membuat Bekisting Jalan Beton – Pembangunan jalan beton sendiri merupakan salah satu proyek pembangunan yang kini tengah gencar dilakukan. Pasalnya jalan beton diklaim jauh lebih kuat dan tahan lama dibandingkan jalan suatu proyek pembangunan baik bangunan, jalan dsb setiap prosesnya mempunyai peran penting yang berpengaruh pada bangunan. Setiap proses pembangunan ini akan mendukung proses lainnya, kesalahan pada satu tahap maka akan berdampak besar pada tahap pemasangan bekisting atau tulangan beton merupakan salah satu tahap penting dalam pembangunan jalan beton. Dalam pembangunan jalan beton, secara garis besar tahap ini masuk ke dalam tahap kedua. Untuk tahap pertama sendiri adalah tahap persiapan jalan yang bisa Anda baca di “Pembuatan Pondasi Jalan Beton”.Dalam pemasangan bekisting atau tulangan ini setidaknya ada 5 proses penting di dalamnya. Kelima proses ini tidak hanya untuk jenis bekisting jalan beton. Namun berbagai pembangunan yang menggunakan cor beton maka juga akan melewati 5 proses ini dalam pemasangan bekistingnya. Secara umum berikut adalah kelima proses dalam tahap pemasangan bekisting Cara Membuat Bekisting Jalan Beton1. Tahap 1 Perencanaan bekisting beton bertulangPada tahap ini akan dipelajari lebih dulu mengenai desain struktur, mekanikal elektrikal hingga arsitektur bangunan maupun jalan. Pada tahap ini biasanya sering terjadi perubahan karena menyesuaikan dengan kebutuhan. Barulah setelah tahap ini akan ditemukan metode pekerjaan yang disini akan digambarkan shop drawing untuk pemasangan bekisting, dari gambar tersebut akan diketahui jenis dan jumlah material bekisting. Dari sini pula akan diketahui besaran anggaran dana yang dibutuhkan dalam pemasangan tahap ini juga akan ditentukan apakah bekisting yang digunakan nantinya bisa dengan cara membeli atau menyewa dari supplier. Setiap cara tersebut tentu mempunyai kelebihan dan kekurangannya tersendiri. Setelah itu akan diajukan penawaran kepada penyedia bekisting agar konstruktor mendapatkan harga yang sesuai. Dalam tahap ini pula akan ditentukan berapa jumlah pekerja yang dibutuhkan pada proses pengiriman, pemasangan hingga akhir dari tahap ini adalah evaluasi mengenai besaran anggaran, kualitas bekisting hingga metode kerja yang akan digunakan. Semua hal tersebut akan disesuaikan dengan proyek pembangunan yang akan Tahap 2 Pengadaan bekistingTahap selanjutnya adalah mengenai pengadaan bekisting, disini akan ditentukan bagaimana metode pengiriman bekisting dari supplier ke lokasi proyek yang tepat. Dalam tahap ini membutuhkan pengawasan untuk memastikan kualitas bekisting sesuai dengan perencanaan bekisting yang pula bagaimana langkah yang harus dikerjakan bila material bekisting sudah tiba di lokasi proyek. Langkah ini untuk menentukan apakah material bekisting akan langsung dipasang atau disimpan lebih dulu. Hal ini berhubungan dengan efisiensi pekerjaan yang Tahap 3 Pemasangan bekistingTahap ketiga ini akan dilakukan pengukuran lokasi yang akan dikerjakan, gambar shop drawing yang telah dibuat akan dijadikan pedoman dalam tahap ini. Sebelum dipasang, bekisting haruslah dalam keadaan bersih untuk mendapatkan hasil pengecoran yang rapi dan sesuai dengan setelah itu bekisting akan dipasang sesuai dengan garis marka ukur yang sudah ditentukan sebelumnya. Dalam pemasangan ini pastikan posisi, tingkat kerataan hingga ketegakkannya sudah sesuai dengan perencanaan. Bila bekisting sudah terpasang masih harus diperiksa apakah kekuatan bekisting sudah benar sebelum dilakukan Tahap 4 Pembongkaran bekistingTahap pembongkaran bisa dilakukan bila bekisting memang sudah tidak digunakan lagi atau cor beton sudah mengeras dan bisa dibuka. Agar bisa berjalan dengan efektif dan efisien maka proses pembongkaran harus ditentukan urutannya sejak hanya itu, penggunaan bekisting untuk selanjutnya juga harus sudah ditentukan pula. Sebagai contohnya apakah bekisting tersebut akan digunakan untuk kelanjutan proses pembangunan atau dikembalikan ke supplier bila konstruktor Tahap 5 Pemilahan bekistingTahap paling akhir dari pemasangan bekisting adalah pemilahan bekisting yang sudah tidak dapat dipakai kembali. Agar lokasi proyek bersih dari sampah maka bekisting yang sudah tidak bisa dipakai harus segera dibuang. Sedangkan material yang masih mempunyai nilai jual atau masih bisa dimanfaatkan akan disisihkan.
Jalan beton ternyata makin diminati dan banyak dibangun di berbagai daerah, hal ini menggantikan posisi jalan asphalt yang sebelumnya menduduki peringkat nomor satu sebagai konstruksi jalan terbaik yang banyak dipakai. sebenarnya apa saja kelebihan jalan beton? hal ini sudah pernah kita bahas pada artikel yang berjudul perbandingan jalan beton dan asphalt yang dapat dibaca disini, selanjutnya kita akan mencoba menguraikan tentang metode cara membuat jalan beton semoga dapat menjadi gambaran bagi yang hendak melakukan pekerjaan ini. Metode cara membuat jalan beton Pembersihan lokasi jalan yang akan di betonisasi. Pembuatan rangkaian tulangan beton dapat dipabrikasi di lokasi proyek atau didatangkan dalam bentuk jadi. Pekerjaan pengukuran dilakukan selama pekerjaan berlangsung untuk menentukan elevasi ketinggian konstruksi, kontrol kedataran jalan, kebenaran posisi jalan dan yang lainya. Urugan dan timbunan tanah untuk meratakan elevasi jalan dengan tinggi sesuai perencanaan. Penghamparan pondasi jalan dapat menggunakan batu kali. Pemadatan pondasi jalan beton agar tidak terjadi penurunan saat konstruksi sudah selesai dibangun sehingga menyebabkan kerusakan atau retak-retak. Pemasangan besi tulangan diatas pondasi yang sudah mengalami pemadatan. Pemasangan papan bekisting pada tepi cor. Pengecoran beton dilakukan setelah pembesian dan bekisting terpasang sempurna. Perataan permukaan jalan beton dilakukan saat cor masih basah menjelang kering. Penundaan proses pengeringan beton agar tidak mengalami keterakan dapat menambahkan bahan kimia pada adukan, atau dengan menutup permukaan beton dengan kain karung basah. Jalan beton sebaiknya digunakan minimal 28 hari setelah pengecoran, karena pada saat itu jalan sudah mengeras dengan bagus. Jalan beton sudah jadi, selamat menggunakan jalan baru. Pembuatan jalan beton dapat dilaksanakan dengan sistem separo jalan sehingga sisa jalan sebelahnya dapat dipakai untuk lalu lintas kendaraan, setelah separuh pengecoran beton selesai dan dapat digunakan untuk menahan beban kendaraan maka proses pembuatan jalan dapat dilanjutkan pada bagian sebelahnya sehingga bisa 100% selesai. metode kerja jalan beton ini hanyalah uraian sederhana yang tentunya selalu ada inovasi dan kreatifitas terbaru untuk menghasilkan pekerjaan terbaik. Sumber
Saat ini pembuatan jalan beton terus mengalami eskalasi karena makin banyak disukai dan mendesak popularitas urut-urutan aspal. Padahal jalan aspal ini puas waktu yang suntuk ada pada posisi satu internal sistem pembuatan jalan dan paling sering diaplikasikan. Lampau bagaimana sesungguhnya metode dan cara membuat jalan beton itu?. Berikut ini ada langkah-awalan dan urutan cara membuat jalan beton . Pertama yaitu lahan dan urut-urutan yang mau dijadikan lokasi harus dibersihkan dan diratakan makin lalu. Kemudian dibuatkan tulang beton. Proses pembuatan dan perangkaiannya bisa dikerjakan secara sewaktu di tempat ataupun lokasi jalan mau dibuat. Namun suka-suka pula kontraktor yang mendatangkannya dalam kondisi yang sudah siap pakai karena sudah dikerjakan di kancah lain. Sepanjang pembuatan benak beton dikerjakan bisa dilakukan sekalian proses pengukuran dengan tujuan untuk menetapkan elevasi matra tinggi konstruksi, kontrol kedataran serta menetapkan posisi kronologi dan sebagainya. Sehabis itu dilanjutkan dengan menimbuni dan membuat rata evelasi yang tingginya sudah lalu ditentukan sebelumnya. Penghamparan dan perataan tanah bisa memakai material godaan kali. Setelah itu dilakukan pemampatan seharusnya enggak ada penurunan persil ketika konstruksi radu dibuat. Penurunan kapling boleh membentuk busuk kronologi atau menjadi retak. Mulai sejak kompresi dulu dilanjutkan dengan meledakkan bekisting yang ada di tepian cor. Jalan hidup pengecoran ini bisa dilakukan jika pemasangan bekisting serta pembesian sudah dipasang dengan pola. Kemudian dilakukan pemerataan detik cor sudah mulai tandus. Agar proses pengeringan cor bisa bepergian lebih cepat dan untuk menjauhi keretakan, luluhan bikin membuat cor bisa diberi bahan kimia tertentu atau menutupnya dengan karet karung nan dibasahi dengan air dan diletakan pada bagian permukaan cor. Proses pengeringan tersebut zakar tahun selingkung catur minggu. Setelah itu jalan sudan menjadi keras dan siap bikin digunakan. Dibandingkan dengan jalan aspal, jalan dari beton memiliki beberapa kelebihan. Diantaranya urut-urutan ini mampu menahan beban yang lebih runyam dan lebih tahan takdirnya cak semau genangan air nan muncul atau banjir. Selain itu bagi perawatannya kronologi beton membutuhkan biaya yang jauh lebih gemi dan gemi. Keefektifan lainnya, jalan beton bisa dibuat pada tanah nan kondisinya lemah tanpa merevisi strukturnya makin lalu. Kaprikornus titipan pengerjaan urut-urutan boleh spontan dikerjakan. Hal ini menciptakan menjadikan periode yang diperlukan boleh bertambah efisien. Demikian kembali dengan biaya yang harus dikeluarkan untuk membayar tukang. Dan yang tidak kalah penting, incaran dan material untuk membuatnya juga bertambah mudah didapatkan. Doang pada posisi yang lain, jalan beton juga punya beberapa kelemahan yaitu jika digunakan cak bagi jalan yang dilalui ki alat langka, maka biaya konstruksinya lagi lalu tinggi. Selain itu warnanya yang tidak begitu terlarang bisa menimbulkan kesan yang lewat cengkar. Kadangkala situasi ini bisa membuat konsumen perkembangan merasa sedikit nyaman. Sedangkan jalan aspal, sekali lagi punya kelebihan maupun kekurangan. Kelebihan tersebut antara bukan yaitu permukaannya lebih mulus dan kecil-kecil serta tidak suka-suka yang bergelombang. Kondisi sama dengan ini membuat pengguna merasa bertambah nyaman dan aman dalam ketika melewatinya dengan otomobil atau motor dan kendaraan lain. Apalagi warnanya yang kian ilegal juga memiliki pengaruh osean jika dilihat berpangkal sebelah phisikologis karena bisa menimbulkan kesan yang nyaman dan teduh. Kemudian untuk pembiayaannya, jenis jalan nan saja digunakan untuk wahana ringan bisa lebih murah dan irit. Perawatannya lagi bertambah gampang, karena semata-mata perlu memperbaiki bagian yang kemungkus doang dengan cara menukar lapisan aspal yang baru. Sedangkan kelemahannya ialah jika terjadi banjir ataupun muncul lopak air harus menyediakan sistem saluran drainase agar pengeringan dapat melanglang dengan baik. Kemudian sekiranya diaplikasikan pada lahan yang kondisinya tidak baik, sebelum jalan dibuat harus terserah proses perbaikan lebih dulu sebelum diberi konstruksi. Sendang gambar Source
- Bekisting merupakan satu dari tiga komponen utama pekerjaan struktur beton bertulang. Bekisting berfungsi sebagai cetakan untuk mendapatkan bentuk konstruksi beton yang kesempatan ini kami akan berbagi Analisa Harga Satuan Pekerjaan Bekisting Beton Sesuai Format SNI Dan Permen PUPR untuk beberapa macam jenis kontruksi beton yang sering digunakan pada proyek yang digunakan sudah sesuai dengan ketentuan dalam SNI. Untuk harga satuan bahan dan upah tenaga kerja hanya untuk contoh perhitungan saja, bisa disesuaikan dengan yang berlaku di daerah K3 Pemasangan 1 m2 bekisting untuk pondasi No Uraian Satuan Koefisien Harga SatuanRp Jumlah HargaRp A TENAGA Pekerja OH 0,520 Tukang kayu OH 0,260 Kepala tukang OH 0,026 Mandor OH 0,026 JUMLAH TENAGA KERJA B BAHAN Kayu kelas III m3 0,040 Paku 5 - 10 cm kg 0,300 Minyak bekisting Liter 0,100 JUMLAH HARGA BAHAN C PERALATAN JUMLAH HARGA ALAT D Jumlah A+B+C E Overhead & Profit 10 % F Harga Satuan Pekerjaan D+E K3 Pemasangan 1 m2 bekisting untuk sloof No Uraian Satuan Koefisien Harga SatuanRp Jumlah HargaRp A TENAGA Pekerja OH 0,520 Tukang kayu OH 0,260 Kepala tukang OH 0,026 Mandor OH 0,026 JUMLAH TENAGA KERJA B BAHAN Kayu kelas III m3 0,045 Paku 5 cm - 10 cm kg 0,300 Minyak bekisting Liter 0,100 JUMLAH HARGA BAHAN C PERALATAN JUMLAH HARGA ALAT D Jumlah A+B+C E Overhead & Profit 10 % F Harga Satuan Pekerjaan D+E K3 Pemasangan 1 m2 bekisting untuk kolom No Uraian Satuan Koefisien Harga SatuanRp Jumlah HargaRp A TENAGA Pekerja OH 0,660 Tukang kayu OH 0,330 Kepala tukang OH 0,033 Mandor OH 0,033 JUMLAH TENAGA KERJA B BAHAN Kayu kelas III m3 0,040 Paku 5 cm - 12 cm kg 0,400 Minyak bekisting Liter 0,200 Balok kayu kelas II m3 0,015 Plywood tebal 9 mm Lbr 0,350 Dolken kayu Ø 8 - 10 cm - panj 4 m Batang 2,000 JUMLAH HARGA BAHAN C PERALATAN JUMLAH HARGA ALAT D Jumlah A+B+C E Overhead & Profit 10 % F Harga Satuan Pekerjaan D+E K3 Pemasangan 1 m2 bekisting untuk balok No Uraian Satuan Koefisien Harga SatuanRp Jumlah HargaRp A TENAGA Pekerja OH 0,660 Tukang kayu OH 0,330 Kepala tukang OH 0,033 Mandor OH 0,033 JUMLAH TENAGA KERJA B BAHAN Kayu kelas III m3 0,040 Paku 5 cm - 12 cm kg 0,400 Minyak bekisting Liter 0,200 Balok kayu kelas II m3 0,018 Plywood tebal 9 mm Lbr 0,350 Dolken kayu Ø 8 - 10 cm - panjang 4 m Batang 2,000 JUMLAH HARGA BAHAN C PERALATAN JUMLAH HARGA ALAT D Jumlah A+B+C E Overhead & Profit 10 % F Harga Satuan Pekerjaan D+E K3 Pemasangan 1 m2 bekisting untuk lantai No Uraian Satuan Koefisien Harga SatuanRp Jumlah HargaRp A TENAGA Pekerja OH 0,660 Tukang kayu OH 0,330 Kepala tukang OH 0,033 Mandor OH 0,033 JUMLAH TENAGA KERJA B BAHAN Kayu kelas III m3 0,040 Paku 5 cm - 12 cm kg 0,400 Minyak bekisting Liter 0,200 Balok kayu kelas II m3 0,015 Plywood tebal 9 mm Lbr 0,350 Dolken kayu galam 8 - 10 cm - panjang 4 m Batang 6,000 JUMLAH HARGA BAHAN C PERALATAN JUMLAH HARGA ALAT D Jumlah A+B+C E Overhead & Profit 10 % F Harga Satuan Pekerjaan D+E K3 Pemasangan 1 m2 bekisting untuk dinding No Uraian Satuan Koefisien Harga SatuanRp Jumlah HargaRp A TENAGA Pekerja OH 0,660 Tukang kayu OH 0,330 Kepala tukang OH 0,033 Mandor OH 0,033 JUMLAH TENAGA KERJA B BAHAN Kayu kelas III m3 0,030 Paku 5 cm - 12 cm kg 0,400 Minyak bekisting Liter 0,200 Balok kayu kelas II m3 0,020 Plywood tebal 9 mm Lbr 0,350 Dolken kayu Ø 8 - 10 cm - panjang 4 m Batang 3,000 Penjaga jarak beskisting / spacer Buah 4,000 JUMLAH HARGA BAHAN C PERALATAN JUMLAH HARGA ALAT D Jumlah A+B+C E Overhead & Profit 10 % F Harga Satuan Pekerjaan D+E K3 Pemasangan 1 m2 bekisting untuk tangga No Uraian Satuan Koefisien Harga SatuanRp Jumlah HargaRp A TENAGA Pekerja OH 0,660 Tukang kayu OH 0,330 Kepala tukang OH 0,033 Mandor OH 0,033 JUMLAH TENAGA KERJA B BAHAN Kayu kelas III m3 0,030 Paku 5 cm - 12 cm kg 0,400 Minyak bekisting Liter 0,150 Balok kayu kelas II m3 0,015 Plywood tebal 9 mm Lbr 0,350 Dolken kayu Ø 8 - 10 cm - panjang 4 m Batang 2,000 JUMLAH HARGA BAHAN C PERALATAN JUMLAH HARGA ALAT D Jumlah A+B+C E Overhead & Profit 10 % F Harga Satuan Pekerjaan D+E Harga satuan bekisting di atas cukup tinggi karena dilihat dari koefisien materialnya analisa harga di atas merupakan harga jika bekisting digunakan hanya satu kali pemakaian. Sedangkan pada pelaksanaan proyek umumnya bekisting bisa dipakai lebih dari sekali Analisa Harga Satuan Pekerjaan Bekisting Beton Sesuai Format SNI dan Permen PUPR yang dapat sampaikan, semoga bermanfaat bagi Anda.
Metode cara membuat jalan beton 1. Pembersihan lokasi jalan yang akan di betonisasi. 2. Pembuatan rangkaian tulangan beton dapat dipabrikasi di lokasi proyek atau didatangkan dalam bentuk jadi. 3. Pekerjaan pengukuran dilakukan selama pekerjaan berlangsung untuk menentukan elevasi ketinggian konstruksi, kontrol kedataran jalan, kebenaran posisi jalan dan yang lainya. 4. Urugan dan timbunan tanah untuk meratakan elevasi jalan dengan tinggi sesuai perencanaan. 5. Penghamparan pondasi jalan dapat menggunakan batu kali. 6. Pemadatan pondasi jalan beton agar tidak terjadi penurunan saat konstruksi sudah selesai dibangun sehingga menyebabkan kerusakan atau retak-retak. 7. Pemasangan besi tulangan diatas pondasi yang sudah mengalami pemadatan. 8. Pemasangan papan bekisting pada tepi cor. 9. Pengecoran beton dilakukan setelah pembesian dan bekisting terpasang sempurna. 10. Perataan permukaan jalan beton dilakukan saat cor masih basah menjelang kering. 11. Penundaan proses pengeringan beton agar tidak mengalami keterakan dapat menambahkan bahan kimia pada adukan, atau dengan menutup permukaan beton dengan kain karung basah. 12. Jalan beton sebaiknya digunakan minimal 28 hari setelah pengecoran, karena pada saat itu jalan sudah mengeras dengan bagus. 13. Jalan beton sudah jadi, selamat menggunakan jalan baru. BEKISTING KAYU LATAR BELAKANG Saat ini struktur bangunan gedung lebih didominasi oleh beton. Berbeda dengan struktur kayu dan baja, beton memiliki keunggukan tersendiri yaitu mudah untuk di bentuk. Kemudahan untuk dibentuk tersebut karena keplastisan beton segar yang dapat di cetak sesuai bentuk yang direncanakan. Cetakan beton tersebut lebih di kenal dengan nama bekisting cetakan baik untuk mendapatkan bentuk yang di rencanakan dan pengerasan beton itu sendiri. Acuan dan perancah bekisting merupakan suatu konstruksi sementara, dikatakan smentara dikarenakan konstruksi acuan dan perancah akan dibongkar kembali apabila beton sudah cukup umur. Dengan demikia, dalam perencanaannya harus memnuhi persyaratan-persyaratan seperti, bioaya, kekuatan, kemudahan dalam pemasangan dan pembongkaran dll. Kwalitas bekisting dapat menentukan bentuk dan rupa bekisting. Oleh karena itu, bekisting harus di buat dari bahan yang bermutu dan perencanaa pembuatannya pun harus diperhatikan dengan baik, agar beton tidak mengalami lendutan dan lentur saat proser pengecoran. BAB II URAIAN PENGERTIAN Acuan cetakan beton atau bekisting perancah ialah suatu konstruksi sementara yang di dalamnya atau di atasnya dapat di stel baja tulangan dan sebagai wadah dari adukan beton yang dicorkan sesuai dengan bentuk yang kita dikehendaki. Jadi acuan dan cetakan beton harus dapat menahan berat baja tulangan, adukan beton yang dicorkan, pekerja-pekerja pengecor beton dan lain sebagainya, sampai beton mengeras, sehingga dapat menahan berat sendiri dan sebagian dari beban kerja. Pada cetakan biasanya terdiri dari bidang-bidang bagian bawah dan samping. Papan-papan bagian bawah dari cetakan yang tidak terletak langsung di atas tanah harus dipikul oleh gelagar-gelagar acuan,sedangkan gelagar acuan itu harus di dukung oleh tiang-tiang acuan. Gelagar acuan dan tiang acuan adalah suatu konstruksi sementara, yang gunanya untuk mendukung cetakan beton. Pada konstruksi beton yang langsung terletak di atas tanah, bagian bawah tidak perlu di beri cetakan, tetapi cukup dipasang lantai kerja dari beton dengan campuran 1sp 3ps 5kr yang tebalnya 5 cm. jadi yang perlu di beri papan cetakan cukup bagian samping saja. Persyaratan umum dalam mendesain suatu struktur, baik struktur permanen maupun sementara seperti bekisting setidaknya ada 3 persyaratan yang harus dipenuhi, yaitu 1. Syarat Kekuatan, yaitu bagaimana material bekisting seperti balok kayu tidak patah ketika menerima beban yang bekerja. 2. Syarat Kekakuan, yaitu bagaimana meterial bekisting tidak mengalami perubahan bentuk / deformasi yang berarti, sehingga tidak membuat struktur sia-sia. 3. Syarat Stabilitas, yang berarti bahwa balok bekisting dan tiang/perancah tidak runtuh tibatiba akibat gaya yang bekerja. Ada 3 tujuan penting yang harus diperhatikan dalam membangun dan merancang bekisting, yaitu 1. Kualitas Bekisting harus didesain dan dibuat dengan kekakuan stiffness dan keakurasian sehingga bentuk, ukuran, posisi dan penyelesaian dari pengecoran dapat dilaksanakan sesuai toleransi yang diinginkan. 2. Keselamatan Bekisting harus didirikan dengan kekuatan yang cukup dan faktor keamanan yang memadai sehingga sanggup menahan/menyangga seluruh beban hidup dan mati tanpa mengalami keruntuhan atau berbahaya bagi pekerja dan konstruksi beton. 3. Ekonomis ; Bekisting harus di buat secara efisien, meminimalisasi waktu dan biaya dalam proses pelaksanaan dan skedul demi keuntungan kontraktor dan owner pemilik BEKISTING KAYU Bekisting kolom Pada pemakaian papan cetakan dari kayu biasanya dipakai ukuran tebal 2-3 cm, sedangkan lebarnya 15-20 cm, itu digunakan pada pekerjaan yang sifatnya un expose dan bervolume kecil, contoh sloof, kolom praktis, ringbalk dll. Sedangkan untuk pekerjaan yg sifatnya expose dan bervolume besar bekisting menggunakan multipleks yang memiliki ketebalan 3-9mm. untuk gelagar acuan biasanya ukuran kayuialah 3-7 cm. Bekisting balok Tiang-tiang acuan dari kayu, dulu banyak dipakai bentuk penampang balok persegi empat atau bujur sangkar, tetapi sekarang banyak di pakai kayu yang berpenampang bulat dolk dengan garis tengah 7 sampai 13 cm, juga bisa menggunakan scalfolding yang terbuat dari besi. Meskipun cetakan dan acuan di buat dari kayu yang murah, tetapi kayu harus cukup baik dan tidak boleh terlalu basah, sebab kayu yang terlalu basah akan mudah melengkung dan pecah. Kayu-kayu untuk cetakan dan acuan dapat dipakai beberapa kali, tergantung dari mutu kayunya, mungkin juga hanya dapat dipakai satu kali, bila mutu kayunya jelek. Pembuatan suatu cetakan dan acuan, meskipun kelihatannya pekerjaan kasar, tetapi harus dipenuhi persyaratan ketepatan ukuran dan keteguhan, sebab cetakan dan acuan harus kuat, tidak berubah bentuk waktu dicor beton, mudah dibongkar dan murah. BAGIAN – BAGIAN BEKISTING KAYU a b c d Cetakan Gelagar balok Gelagar untuk cetakan lantai / cetakan balok Papan penjepit cetakan Bagian perancah e Tiang perancah f Baji g Landasan Papan Cetakan o Cetakan balok bisa terbuat dari papan maupun multipleks. Apabila acuannya menggunakan papan maka perlu menyambung papan cetakan tersebut dengan beberapa klem perangkai. Yang perlu diperhatikan adalah kerapatan dari sambungan – sambungan yang dibuat, sehingga air semen tidak keluar melalui celah – celah sambungan. o Untuk mencegah bagian bawah bekisting terbuka saat beton dicor, harus dibuatkan klem penjepit, dapat berupa papan ataupun balok kayu ukuran 5/7. o Sedangkan untuk balok yang tingginya lebih dari 55 cm, pada cetakan samping perlu ditahan untuk menahan lentur dan dibuatkan skor. Tiang Perancah o Acuan dapat menumpu pada satu tiang ataupun dua tiang, sesuai keperluannya. Apabila menggunakan satu tiang maka perletakan tiang dipasang di tengah, dan bila menggunakan dua tiang maka perletakannya pada bagian tepi. o Jarak antar tiang arah memanjang dibuat sama dengan jarak klam perangkai, sedang jarak antar tiang arah lebarnya tergantung dari lebar balok. o Untuk perancah dari kayu untuk menyetel ketinggian, di bagian bawah tiang perancah diberi baji, sehingga akan memudahkan menaik-turunkan ketinggian yang ditentukan. Sedangkan bila perancah dari baja untuk menyetel ketinggian sudah terdapat ulir yang berfungsi untuk menaik - turunkan ketinggian tiang perancah. Agar tiang perancah tidak amblas ke dalam tanah dipakai papan alas. PEMAKUAN CETAKAN Pemakuan yang berhubungan langsung dengan cetakan berfungsi sebagai pegangan agar tidak bergeser, sehingga pemakuan hanya sedikit saja dan panjang paku tidak terlalu panjang. 2. Untuk pemakuan yang lain minimal dua buah paku dan dibuat tidak segaris. 1. SAMBUNGAN Sambungan untuk cetakan bawah papan dengan papan , diletakkan ditengah tumpuan dan masing – masing sisi dipaku 2 buah paku. 2. Sambungan untuk cetakan samping papan dengan papan , papan dirangkai dengan menggunakan klam perangkai, sambungan tersebut tidak boleh segaris. 3. Sambungan gelagar dengan tiang pada konstruksi sederhana, gelagarnya memakai papan dan sambungan dengan tiang cukup dipakukan saja. Untuk konstruksi yang memikul beban berat, gelagarnya memakai balok 6/12 untuk gelagar utama, sedang pembaginya ukuran 5/7. 1. Sambungan tiang dengan tiang, penempatan sambungan ini jangan diletakkan pada tengah dari tinggi tiang, karena daerah ini terjadi tekuk yg paling besar. Dan peletakan sambungan ini untuk satu dan lainnya jangan segaris lurus. METODA PELAKSANAAN Memasang Bekisting Unit ini berlaku pada pembuatan bekisting untuk pekerjaan pengecoran beton pada bangunan gedung Sub Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja 1. Memilih sistem, rencana dan Spesifikasi pekerjaan bekisting persiapan kerja dikenali dan dipahami Lokasi dan kebutuhan konstruksi bekisting diidentifikasi dari gambar pekerjaan beton Sistem bekisting dipilih sesuai dengan kebutuhan pekerjaan dan sistem perancah yang digunakan. 2. Melaksanakan pekerjaan Material/ kuantitas kebutuhan persiapan pembuatan dan sistem bekisting ditentukan sesuai pemasangan bekisting dengan kebutuhan dan spesifikasi konstruksi bekisting Peralatan keamanan dan keselamatan diri dipilih, dan dipakai dengan benar. Peralatan pertukangan dipilih dan dipakai secara benar dan dicek kemampuannya. Kunci titik acuan/garis/grid diletakkan secara tepat sesuai dengan gambar kerja atau shop drawing. Papan-papan/ panel penutup bekisiting dipotong sesuai kebutuhan 3. Merakit bekisting kolom Sistem sambungan dan sistem perkuatan bekisting kolom dipilih sesuai dengan kebutuhan atau gambar shop drawing. Papan-papan atau panel kayu lapis yang telah dipotong dirakit menjadi bekisting sesuai dengan bentuk dan ukuran kolom, sebagaimana gambar shop drawing Perkuatan-perkuatan bekisting dipasang untuk menjamin bekisting tidak berubah bentuk akibat tekanan cor beton. 4. Memasang bekisting Bekisting kolom atau dinding atau dinding didirikan pada tempat dan elevasi yang telah ditentukan sesuai dengan gambar kerja atau shop drawing 5. 6. 1. 2. 3. 4. 5. Perkuatan diagonal dipasang, kevertikalan diukur dengan lot, kemudian perkuatan diagonal dimatikan. Memasang bekisting Papan-papan/ panel penutup dan pelat lantai bekisting dipotong dan dipasang di atas perancah sesuai dengan bentuk balok/ pelat lantai Perkuatan-perkuatan bekisting dipasang untuk menjamin bekisting tidak berubah bentuk akibat tekanan cor beton. Lis tali air, nat, dll, dipasang sesuai dengan gambar Membereskan pekerjaan Daerah kerja dibereskan. Limbah dan bahan-bahan sisa yang tidak diperlukan dibuang, sisa kayu yang masih dapat dipakai disimpan. Peralatan dan alat bantu kerja dibersihkan, disimpan dan dirawat. Persyaratan Unjuk Kerja Unit ini berlaku untuk seluruh tipe bekisting kayu di atas tanah untuk membentuk kolom, dinding, balok atau pelat lantai beton bertulang. Bahan yang dipakai meliputi papan kayu balok kayu kayu lapis Persyaratan Jaminan Kualitas meliputi prosedur dan pengoperasian tempat kerja prosedur kerja kualitas bahan prosedur pengendalian kualitas penggunaan dan perawatan perlengkapan kepedulian terhadap spesifikasi pekerjaan ketelitian pengukuran finishing permukaan beton Persyaratan kesehatan dan keselamatan kerja harus mengacu pada undang-undang atau peraturan daerah yang berlaku, dan setidaknya mencakup lingkungan dan keselamatan tempat kerja perlengkapan dan pakaian keselamatan kerja penggunaan peralatan dan perlengkapan penanganan bahan perlengkapan keselamatan lantai kerja pekerjaan yang dilakukan di atas perancah resiko keselamatan Perlengkapan dan pakaian keselamatan kerja meliputi sepatu kerja sarung tangan helm proyek pakaian kerja 6. Peralatan dan perlengkapan dapat meliputi tetapi tidak terbatas pada alat ukur meteran waterpas/penyipat datar pesawat penyipat datar benang unting-unting siku/pasekon mistar pola cetakan klem/alat perapat perancah bangku kerja palu pahat ketam bor listrik mesin lamelo router listrik gergaji ampelas obeng Acuan Penilaian Kompetensi ditunjukkan dengan membuat dan memasang bekisting untuk pekerjaan pengecoran kolom, dinding, balok atau pelat lantai beton bertulang. 1 Aspek-aspek kritikal Kompetensi harus diamati dalam hal-hal menunjukan kesesuaian dengan peraturan peselamatan yang berlaku untuk tempat kerja. menunjukkan kesesuaian dengan prosedur kualitas organisasi dan proses dalam konteks pembuatan dan pemaangan bekisting. merencanakan dan mengurutkan proses pekerjaan dalam suatu logika yang benar memilih dan menggunakan proses, peralatan dan perabot yang sesuai memasang, membentuk dan menempatkan bekisting sesuai dengan shop drawing memberi perhatian pada ketelitian pengukuran, kelurusan, dan kerataan elevasi bekisting membersihkan dan melapisi bekisting dengan bahan pelapis sebelum pemasangan tulangan komunikasi interaksi dengan orang lain untuk memastikan keamanan dan efektifitas proses pelaksanaan 2 Kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya antara lain .A. Melaksanakan pengukuran di lapangan .A. Mengukur dan menghitung kebutuhan bahan .A. Memahami dan menginterprestasikan gambar kerja dan spesifikasi bahan .A. Membangun perancah 3 Pengetahuan dan ketrampilan yang mendukung Pengetahuan tentang Tempat kerja dan peralatan keselamatan, termasuk peraturan-peraturan keselamatan yang relevan Tipe-tipe bekisting kayu Konstruksi bekisting Pengertian adanya beban merata pada bekisting ketika pengecoran Gambar dan spesifikasi Peralatan dan perabot Bahan-bahan bekisting Bahan dan alat penyetel dan pengaku Penghitungan kebutuhan bahan Pengukuran dan penentuan ketinggian leveling Ketrampilan Kemampuan untuk kerja secara aman mengorganisir kerja membaca dan menginterpretasikan gambar serta spesifikasi. memulai kerja menggunakan alat atau perabotan memperbaiki material berkomunikasi secara efektif menghitung kuantitas material 4 Kondisi-kondisi yang harus dipenuhi Kondisi lokasi tempat kerja untuk pemasangan bekisting Tempat kerja, peralatan dan perabot yang sesuai untuk konstruksi dan proses pemasangan bekisting Bahan dan sistem bekisting yang sesuai untuk konstruksi bekisitng Gambar dan spesifikasi elemen struktural beton bertulang dan bekisting yang disarankan. 5 Metoda pengujian Kompetensi diujikan dengan pengamatan langsung dengan memberikan tugas dan pertanyaan tentang pengetahuan yang terkait. Kompetensi diujikan di bawah pengecekan umum yang terpandu pada setiap tahap proses dan pada keseluruhan aktivitas dengan melihat kriteria unjuk kerja dan spesifikasi. BAHAN PELEPAS CETAKAN Berfungsi untuk mempermudah pelepasan atau mengurangi daya lekat antara cetakan dan beton. 1. 2. 3. Bahan-bahan yang digunakan Minyak pelumas Meni Plastik TYPE PEKERJAAN BEKISTING 1. Sistem konvensional / tradisional oBanyak bahan terbuang oTenaga kerja banyak oWaktu kerja lama oPemakaian berulang terbatas 2. Semi Sistem Konvensional 3. Sistem penuh / pabrikan o Biaya investasi tinggi o Umur pemakaian lama o Multiguna o Dilengkapi dengan gambar sistem PERTIMBANGAN PEMILIHAN BEKISTING 1. Pertimbangan jenis pekerjaan o Rumit / khusus ……. Tradisional / semi sistem o Modulair ……………. Semi sistem o Tinggi / typikal ……. Sistem penuh 2. Penguasaan teknologi …… SDM 3. Ketersediaan peralatan 4. Ekonomis PEMBONGKARAN BEKISTING Pembongkaran dilakukan bila umur beton telah mencapai cukup umur 28 hari .Danbeton akan mencapai kekuatan penuh dan elemen konstruksi akan mampu memikul beban luar yang bekerja padanya. BAB III. KESIMPULAN Bekisting atau perancah sangat penting dalam pembuatan beton karena dapat mempengaruhi bentuk dan kualitas dari beton tersebut. bekisting juga tidak perlu menggunakan kayu yang mahal atau kayu yang kualitas bagus, cukup dengan kayu yang biasa saja ataupun dengan kayu yang murah seperti kayu/papan albasiah bekisting sudah bisa dibuat. 1. Pekerjaan Konstruksi Kolom Pada proyek Apartement kolom yang digunakan ada 2 bentuk, yaitu persegi dan silender. Prosedur pelaksanaan pekerjaan kolom dalam proyek ini secara keseluruhan sama, meskipun dimensi dan jumlah tulangan pada masing-masing tipe kolom teknis pada pekerjaan kolom adalah sebagai berikut 1 Penentuan As kolom Titik-titik dari as kolom diperoleh dari hasil pengukuran dan pematokan. Hal ini disesuaikan dengan gambar yang telah direncanakan. Cara menentukan askolom membutuhkan alat-alat seperti theodolit, meteran, tinta, sipatan dll. Proses pelaksanaan a Penentuan as kolom dengan Theodolit dan waterpass berdasarkan shop drawing dengan menggunakan acuan yang telah ditentukan bersama dari titik BM Bench Mark Jakarta. b Buat as kolom dari garis pinjaman c Pemasangan patok as bangunan/kolom tanda berupa garis dari sipatan. 2 Pembesian kolom Proses pekerjaan pembesian dalam proyek ini adalah sebagai berikut a Pembesian atau perakitan tulangan kolom adalah precast atau dikerjakan di tempat lain yang lebih aman b Perakitan tulangan kolom harus sesuai dengan gambar kerja. c Selanjutnya adalah pemasangan tulangan utama. Sebelum pemasangan sengkang, terlebih dahulu dibuat tanda pada tulangan utama dengan kapur. d Selanjutnya adalah pemasangan sengkang, setiap pertemuan antara tulangan utama dan sengkang diikat oleh kawat dengan sistem silang. e Setelah tulangan selesai dirakit, untuk besi tulangan precast diangkut dengan menggunakan Tower Crane ke lokasi yang akan dipasang. f Setelah besi terpasang pada posisinya dan cukup kaku, lalu dipasang beton deking sesuai ketentuan. Beton deking ini berfungsi sebagai selimut beton. 3 Pemasangan Bekisting Kolom Pemasangan bekisting kolom dilaksanakan apabila pelaksanaan pembesian tulangan telah selesai dilaksanakan. Berikut ini adalah uraian singkat mengenai proses pembuatan bekisting kolom. a Bersihkan area kolom dan marking posisi bekisting kolom. b Membuat garis pinjaman dengan menggunakan sipatan dari as kolom sebelumnya sampai dengan kolom berikutnya dengan berjarak 100cm dari masing-masing as kolom. c Setelah mendapat garis pinjaman, lalu buat tanda kolom pada lantai sesuai dengan dimensi kolom yang akan dibuat, tanda ini berfungsi sebagai acuan dalam penempatan bekisting kolom. d Marking sepatu kolom sebagai tempat bekisting e Pasang sepatu kolom pada tulangan utama atau tulangan sengkang. f Pasang sepatu kolom dengan marking yang ada. g Atur kelurusan bekisting kolom dengan memutar push pull. h Setelah tahapan diatas telah dikerjakan, maka kolom tersebut siap dicor. 4 Pengecoran kolom Langkah kerja pekerjaan pengecoran kolom adalah sebagai berikut a Persiapan pengecoran Sebelum dilaksanakan pengecoran, kolom yang akan dicor harus benar-benar bersih dari kotoran agar tidak membahayakan konstruksi dan menghindari kerusakan beton. b Pelaksanaan pengecoran Pengecoran dilakukan dengan menggunakan bucket cor yang dihubungkan dengan pipa tremi dengan kapasitas bucket sampai 0, tersebut diangkut dengan menggunakan Tower crane untuk memudahkan pengerjaan. Penuangan beton dilakukan secara bertahap, hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya segregasi yaitu pemisahan agregat yang dapat mengurangi mutu beton. Selama proses pengecoran berlangsung, pemadatan beotn menggunakan vibrator. Hal tersebut dilakukan untuk menghilangkan rongga-rongga udara serta untuk mencapai pemadatan yang maksimal. 5 Pembongkaran bekisting kolom Setelah pengecoran selesai, maka dapat dilakukan pembongkaran bekisting. Proses pembongkarannya adalah sebagai berikut a Setelah beton berumur 8 jam, maka bekisting kolom sudah dapat dibongkar. b Pertama-tama, plywood dipukul-pukul dengan menggunakan palu agar lekatan beton pada plywood dapat terlepas. c Kendorkan push pull penyangga bekisting, lalu lepas push pull. d Kendorkan baut-baut yang ada pada bekisting kolom, sehingga rangkaian/panel bekisting terlepas. e Panel bekisting yang telah terlepas, atau setelah dibongkar segera diangkat dengan tower crane ke lokasi pabrikasi awal. 6 Perawatan Beton Kolom Perawatan beton kolom setelah pengecoran adalah dengan sistem kompon, yaitu dengan disiram 3 kali sehari selama 3 hari. 1 Pemeliharaan Balok dan Pelat Curing Setelah dilaksanakan pengecoran, maka untuk menjaga agar mutu beton tetap terjaga dilakukan perawatan beton. Perawatan beton yang dilakukan adalah dengan menyiram/membasahi beton 2 kali sehari selama 1 minggu. 2. Pekerjaan konstruksi Pelat Lantai Dan Balok Pekerjaan balok dilaksanakan setelah pekerjaan kolom telah selesai dikerjakan. Pada proyek Apartement sistem balok yang dipakai adalah konvensional. Balok yang digunakan memiliki tipe yang berbeda-beda. Balok terdiri dari 2 macam, yaitu balok utama balok induk dan balok anak. Semua perkerjaan balok dan pelat dilakukan langsung di lokasi yang direncanakan, mulai dari pembesian, pemasangan bekisting, pengecoran sampai perawatan. 1 a. Tahap Persiapan Pekerjaan Pengukuran Pengukuran ini bertujuan untuk mengatur/ memastikan kerataan ketinggian balok dan pelat. Pada pekerjaan ini digunakan pesawat ukurtheodolithe. b. Pembuatan Bekisting Pekerjaan bekisting balok dan pelat merupakan satu kesatuan pekerjaan, kerena dilaksanakan secara bersamaan. Pembuatan panel bekisting balok harus sesuai dengan gambar kerja. Dalam pemotongan plywood harus cermat dan teliti sehingga hasil akhirnya sesuai dengan luasan pelat atau balok yang akan dibuat. Pekerjaan balok dilakukan langsung di lokasi dengan mempersiapkan material utama antara lain kaso 5/7, balok kayu 6/12, papan plywood. c. Pabrikasi besi Untuk balok, pemotongan dan pembengkokan besi dilakukan sesuai kebutuhan dengan bar cutter dan bar bending. Pembesian balok ada dilakukan dengan sistem pabrikasi di los besi dan ada yang dirakit diatas bekisting yang sudah jadi. Sedangkan pembesian plat dilakukan dilakukan di atas bekisting yang sudah jadi. 2 Tahap Pekerjaan Balok dan Pelat Pengerjaan balok dan pelat dilakukan secara bersamaan pada dasar. a. Pembekistingan balok Tahap pembekistingan balok adalah sebagai berikut 1 Scaffolding dengan masing – masing jarak 100 cm disusun berjajar sesuai dengan kebutuhan di lapangan, baik untuk bekisting balok maupun pelat. 2 Memperhitungkan ketinggian scaffolding balok dengan mengatur base jack atau Uhead jack nya. 3 Pada U-head dipasang balok kayu girder 6/12 sejajar dengan arahcross brace dan diatas girder dipasang balok suri tiap jarak 50 cm kayu 5/7 dengan arah melintangnya, kemudian dipasang pasangan plywoodsebagai alas balok. 4 Setelah itu, dipasang dinding bekisting balok dan dikunci dengan siku yang dipasang di atas suri-suri. b. Pembekistingan pelat Tahap pembekistingan pelat adalah sebagai berikut 1 Scaffolding disusun berjajar bersamaan dengan scaffolding untuk balok. Karena posisi pelat lebih tinggi daripada balok maka Scaffolding untuk pelat lebih tinggi daripada balok dan diperlukan main frame tambahan dengan menggunakan Joint pin. Perhitungkan ketinggian scaffolding pelatdengan mengatur base jack dan U-head jack nya 2 Pada U-head dipasang balok kayu girder 6/12 sejajar dengan arahcross brace dan diatas girder dipasang suri-suri dengan arah melintangnya. 3 Kemudian dipasang plywood sebagai alas pelat. Pasang juga dinding untuk tepi pada pelat dan dijepit menggunakan siku.. Plywood dipasang serapat mungkin, sehingga tidak terdapat rongga yang dapat menyebabkan kebocoran pada saat pengecoran 4 Semua bekisting rapat terpasang, sebaiknya diolesi dengan solar sebagai pelumas agar beton tidak menempel pada bekisting, sehingga dapat mempermudah dalam pekerjaan pembongkaran dan bekisting masih dalam kondisi layak pakai untuk pekerjaan berikutnya. c. Pengecekan Setelah pemasangan bekisting balok dan pelat dianggap selesai selanjutnya pengecekan tinggi level pada bekisting balok dan pelat dengan waterpass, jika sudah selesai maka bekisting untuk balok dan pelat sudah siap. d. Pembesian balok Tahap pembesian balok adalah sebagai berikut 1 Untuk Pembesian balok pada awalnya dilakukan pabrikasi di los besi kemudian diangkat menggunakan tower crane ke lokasi yang akan dipasang. 2 Besi tulangan balok yang sudah diangkat lalu diletakkan diatas bekisting balok dan ujung besi balok dimasukkan ke kolom. 3 Pasang beton decking umtuk jarak selimut beton pada alas dan samping balok lalu diikat. Untuk pembesian balok dilakukan 3 kali perubahan dalam metode pemasangannya. Perubahan yang pertama yaitu semua besi tulangan dipabrikasi seluruh bagian sampai balok jadi utuh, namun ada kendala pada saat pertemuan pembesian kolom sehingga dilakukan perubahan yang kedua yaitu dengan pembesian pabrikasi sebagian, tulangan memanjang dan sengkang dipisah namun ada kendala pada saat pembersihannya dan perubahan yang terakhir semua bagian pembesian dilakukan ditempat yang akan dicor tidak dipabrikasikan lagi dan sampai kini metode ini yang paling baik untuk digunakan. e. Pembesian pelat Setelah tulangan balok terpasang. Selanjutnya adalah tahap pembesian pelat,antara lain 1 Pembesian pelat dilakukan langsung di atas bekisting pelat yang sudah siap. Besi tulangan diangkat menggunakan tower crane dan dipasang diatas bekisting pelat. 2 Rakit pembesian dengan tulangan bawah terlebih dahulu. Kemudian pasang tulangan ukuran tulangan D10-200. 3 selanjutnya secara menyilang dan diikat menggunakan kawat ikat. 4 Letakkan beton deking antara tulangan bawah pelat dan bekisting alas pelat. Pasang juga tulangan kaki ayam antara untuk tulangan atas dan bawah pelat. f. Pengecekan Setelah pembesian balok dan pelat dianggap selesai, lalu diadakan checklist/ pemeriksaan untuk tulangan. Adapun yang diperiksa untuk pembesian balok adalah diameter dan jumlah tulangan utama, diameter, jarak, dan jumlah sengkang, ikatan kawat, dan beton decking. Untuk pembesian pelat lantai yang diperiksa adalah, penyaluran pembesian pelat terhadap balok, jumlah dan jarak tulangan ekstra, perkuatan sparing pada lubang-lubang di pelat lantai, beton decking, kaki ayam, dan kebersihannya. g. Pembongkaran Bekisting Pembongkaran bekisting pelat dilakukan setelah 4 hari pengecoran sedangkan untuk balok pembongkaran bekisting dilakukan 7 hari setelah pengecoran. Setelah bekisting di bongkar kemudian dipasang sapot sebagai penunjang pelat dan beban diatasnya. 3. Tahap Pengecoran Pelat dan Balok a Administrasi pengecoran 1 Setelah bekisting dan pembesian siap engineer mengecek ke lokasi atau zona yang akan dicor 2 Setelah semua OK, engineer membuat izin cor dan mengajukan surat izin ke konsultan pengawas 3 Kemudian tim pengawas melakukan survey ke lokasi yang diajukan dalam surat cor. 4 Setelah OK konsultan pengawas menandatangani surat izn cor tersebut 5 Surat izin cor dikembalikan kepada engineer dan pengecoran boleh dilaksanakan. b Proses Pengecoran Pelat lantai dan Balok Pengecoran pelat dilaksanakan bersamaan dengan pengecoran balok.. Peralatan pendukung untuk pekerjaan pengecoran balok diantaranya yaitu bucket, truck mixer, vibrator, lampu kerja, papan perata. Adapun proses pengecoran pelat sebagai contoh pengamatan yaitu adalah sebagai berikut 1. Setelah mendapatkan Ijin pengecoran disetujui, engineer menghubungi pihak beaching plan untuk mengecor sesuai dengan mutu dan volume yang dibutuhkan di lapangan. 2. Pembersihan ulang area yang akan dicor dengan menggunakan air compressor sampai benar – benar bersih 3. Truck Mixer tiba di proyek dan laporan ke satpam kemudian petugas dari PT. ADHIMIX PRECAST menyerahkan bon penyerahan barang yang berisi waktu keberangkatan, kedatangan, waktu selesai, volume. 4. Bucket dipersiapkan sebelumnya kemudian di siram air untuk membersihkan bucket dari debudebu atau sisa pengecoran sebelumnya. Selanjutnya mempersiapkan satu keranjang dorong untuk mengambil sampel dan test slump yang diawasi olah engineer dan pihak pengawas. 5. Setelah dinyatakn OK, pengecoran siap dilaksanakan 6. Sampel benda uji diambil bersamaan selama pengecoran berlangsung, diambil Beton yang keluar dari truk kemudian dituang ke bucket lalu bucket diangkut dengan TC 7. Setelah bucket sampai pada tempat yang akan dicor, petugas bucket membuka katup bucket untuk mengeluarkan beton segar ke area pengecoran. 8. Kemudian pekerja cor meratakan beton segar tersebut ke bagian balok terlebih dahulu selanjutnya untuk plat diratakn oleh scrub secara manual lalu check level dengan pekerja vibrator memasukan alat kedalam adukan kurang lebih 5-10 menit di setiap bagian yang dicor. Pemadatan tersebut bertujuan untuk mencegah terjadinya rongga udara pada beton yang akan mengurangi kualitas beton. 9. Setelah dipastikan balok dan pelat telah terisi beton semua, permukaan beton segar tersebut diratakan dengan menggunakan balok kayu yang panjang dengan memperhatikan batas ketebalan pelat yang telah ditentukan sebelumnya. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 10. Pekerjaan ini dilakukan berulang sampai beton memenuhi area cor yang telah ditentukan, idealnya waktu pengecoran dilakukan 6 sampai 8 jam c Pengecoran Balok Setelah pekerjaan pembesian balok dan pelat selesai, maka dapat dilakukan pengecoran. Pengecoran balok dan pelat dilakukan bersamaan. Nilai slump pada pelat 12 2cm 10 cm s/d 14 cm sedangkan pada balok 12 2cm 10 cm s/d 14 cm. Pengecoran balok dan pelat dengan menggunakn concrete pump dengan menggunakan beton readymix. Sebelum proses pengecoran dilaksanakan, maka perlu dilakukan pemeriksaan bekisting meliputi Posisi bekisting harus dicek lagi apakah sudah sesuai dengan yang direncanakan. Bekisting harus lurus, tegak, tidak bocor, dan kuat. Selain mengenai hal tersebut, sebelum dilaksanakan pengecoran, bekisting dibersihkan dulu dengan menggunakan compressor. Pelaksanaan pengecoran balok dan pelat adalah sebagai berikut a Untuk pelaksanaan pengecoran balok dan pelat lantai, digunakan concrete pump yang menyalurkan beton readymix dari truck mixer ke lokasi pengecoran, dengan menggunakan pipa pengecoran yang di sambung-sambung. b Alirkan beton readymix sampai ke lokasi pengecoran, lalu padatkan dengan menggunakan vibrator. c Setelah beton dipadatkan, maka dilakukan petrataan permukaan coran dengan menggunakan alat-alat manual. d Setelah proses pengecoran selesai ampai batas pengecoran, maka dilakukanfinishing. 4. Pembongkaran Bekisting Untuk pelat pembongkaran besting dilakukan setelah 4 hari pengecoran sedangkan untuk balok pembongkaran bekisting dilakukan 7 hari setelah pengecoran. Sebagai penunjang sampai pelat benar – benar mengeras. 5. Perawatan curing Setelah dilaksanakan pengecoran, maka untuk menjaga agar mutu beton tetap terjaga dilakukan perawatan beton. Perawatan beton yang menyiram/membasahi beton 2 kali sehari selama 1 minggu dilakukan adalah dengan
HomeSipilTujuan Bekisting, Manfaat, dan 5 Syarat Membuat Bekisting yang BagusBekisting adalah struktur non permanen yang berfungsi untuk menahan beban beton dan beban hidup suatu bangunan. Selain itu, bekisting juga berguna sebagai cetakan untuk membentuk beton dengan model dan ukuran tertentu. Boleh dibilang bekisting ini memiliki peran yang penting dalam mendukung kelancaran proses pekerjaan pengecoran beton. Dengan menggunakan bekisting, kita dapat membuat beton dengan bentuk yang baik sesuai dengan anggaran yang dibutuhkan untuk membuat bekisting dalam pembuatan beton menuntut pola perencanaan yang matang dalam proses pembuatannya. Oleh karena itu, pemilihan bahan baku dan model bekisting harus dilakukan dengan tepat demi tercapainya efisiensi biaya secara optimal. Pertimbangan dalam memilih material penyusun bekisting meliputi aspek ekonomi, aspek kualitas, dan aspek teknis. Beberapa bahan yang sering dipakai dalam pembuatan bekisting di antaranya baja, kayu, dan Anda ketahui, pekerjaan pembuatan bekisting dapat dilaksanakan dengan menggunakan metode konvensional dan pabrikasi. Pada proses konvensional, bekisting langsung dibuat di dalam lokasi proyek pembangunan pada waktu itu juga. Sementara itu, pembentukan bekisting secara pabrikasi dikerjakan sepenuhnya di pabrik khusus. Setelah selesai dibuat, bekisting lalu dikirimkan ke lokasi proyek. Sehingga prosesnya pun lebih praktis dengan kualitas material bahan bangunan yang terkontrol dengan kelihatannya sepele dan tidak memiliki andil yang besar, tetapi bekisting mempunyai peran yang penting selama pekerjaan pembangunan berlangsung. Oleh karena itu, konstruksinya pun wajib dipastikan kekuatannya. Kenyataannya bekisting ini berpengaruh besar dalam menentukan bentuk dan beban konstruksi yang akan dibuat, serta memastikan pemikulan beban tetap aman. Bekisting yang baik hendaknya dapat dipasang, dilepas, dan dipindahkan dengan mudah dan tidak terdapat lima macam pembebanan yang mesti ditahan oleh konstruksi bekisting yaitu Beban vertikalBeban sistemBeban spesiBeban tulanganBeban kerjaPersyaratan Bekisting yang BaikDalam mekanisme proses pembuatan cor beton pada suatu bangunan, bekisting merupakan media yang penting sekali untuk digunakan. Bekising benar-benar dapat mendukung kelancaran proses pengecoran sehingga kita bisa menghasilkan beton yang sesuai dengan keinginan. Itu sebabnya, bekisting ini harus dibuat dengan baik dan benar. Untuk mencapai hasil yang maksimal, proses perancangan bekisting perlu memperhatikan syarat-syarat tertentu yang dapat mendukung kualitas hasil bawah ini merupakan syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh bekisting yang baik yang meliputi Memiliki Struktur yang KuatBekisting yang baik memiliki kekuatan paling tidak setara dengan beban yang akan ditopangnya. Dengan kekuatannya ini, bekisting tersebut dapat menjaga tingkat kestabilan adukan cor beton di dalamnya, baik selama proses pengecoran berlangsung maupun setelahnya. Hasilnya ialah pembuatan konstruksi bangunan pun dapat berjalan dengan lancar, sesuai rencana yang sudah ditentukan di awal, dan mempunyai risiko kesalahan yang Bentuk dan RataBekisting juga harus mempunyai bentuk yang pasti. Ketetapan bentuk tersebut harus terjaga dengan baik dan tidak gampang berubah-ubah. Bentuk bekisting mesti dibuat sedemikian rupa agar sesuai dengan spesifikasi konstruksi beton yang diinginkan. Selain itu, bekisting yang baik juga memiliki permukaan yang rata terutama bagian dalamnya dengan tingkat ketegakan bentuk bekisting yang senantiasa terjaga. Bekisting mempunyai bentuk yang Mengalami KebocoranPersyaratan ketiga dari sebuah bekisting yang bagus yaitu bekisting tersebut sama sekali tidak mengalami kebocoran. Oleh karena itu, struktur bekisting ini harus dibuat dengan bentuk yang serapat mungkin sehingga air yang terkandung di dalam adukan beton tak mudah keluar melalui celah-celah pada bekisting tersebut. Tujuannya supaya dimensi bekisting yang tercetak memiliki ukuran yang benar-benar akurat, mengering secara sempurna, dan mutunya Kedap Terhadap AirBahan baku yang digunakan dalam pembuatan bekisting ini seyogyanya dipilih dari bahan-bahan yang bersifat kedap air. Artinya ialah material tersebut memiliki ketahanan yang tinggi terhadap air. Hal ini dimaksudkan supaya bekisting tersebut tidak malah menyerap air yang terkandung di dalam adukan beton. Tujuan lainnya yakni agar beton tak menempel dengan bekisting sehingga mudah dilepaskan serta hasilnya pun beton memiliki permukaan yang Dibongkar PasangSeperti yang sudah kami sebutkan di atas, struktur bekisting tidak termasuk ke dalam salah satu struktur utama suatu konstruksi bangunan. Struktur ini hanya dipakai untuk sementara waktu saja. Struktur ini mesti dibongkar apabila proses pembuatan beton telah selesai dilakukan. Jadi sebaiknya bekisting juga gampang dipasang dan dibongkar kembali. Dengan demikian, mobilitas dalam pekerjaan yang berkaitan dengan bekisting pun dapat diselesaikan dengan cepat.
cara membuat bekisting jalan beton